RAUSAN FIKR - Media Pencerahan

29 April, 2006

MENGENDALIKAN EMOSI

Filed under: mutiara

Allah SWT telah memberi karunia kepada manusia berupa perasaan hati atau emosi. Emosi akan bereaksi oleh sesuatu yang dilihat atau dirasakan. Kegembiraan yang berlebihan maupun kesedihan dan kekecewaan yang mendalam menyebabkan luapan emosi.

‘’(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu.'’ (QS Al-Hadiid (57): 23).

Fenomena di masyarakat saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Orang dengan mudah melampiaskan emosi. Karena suatu hal kecil yang tidak berkenan, timbul tindakan berlebihan karena kemarahan atau kekecewaan. Dalam hal ini nafsu lebih diperturutkan daripada hati nurani. Hanya keteguhan iman yang akan membuat seseorang bisa menguasai emosi dengan izin Allah SWT. Dengan iman yang teguh, semua qadha dan qadar akan diterima.

‘’Sesungguhnya marah itu merusak iman sebagaimana benda yang pahit menghancurkan madu.'’ (HR Bukhari). Pada saat suatu keinginan dapat tercapai, acap kali kita terlena, kegembiraan berlebihan diekspresikan. Tidak disadari bahwa apa yang telah dicapai merupakan karunia Allah SWT. Seyogianya rasa syukur harus diungkapkan, tidak sekadar mengucapkan Alhamdulillah. Karunia yang diberikan atas keinginan yang tercapai harus dimanfaatkan di jalan-Nya.

‘’Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'’ (QS Ibrahim (14): 7).

Salah satu zikir ma’tsurat yang biasa kita baca sehabis shalat Subuh dan Ashar dengan terjemahan arti, ‘’Aku rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul,'’ mempunyai konsekuensi bahwa kita harus ridha terhadap qadha dan qadar-Nya. Baik itu yang sesuai dengan keinginan maupun yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Allah SWT Maha Mengetahui apa yang baik untuk kita. ‘’Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.'’ (QS Al-Baqarah (2): 216).

Penegasan ini membuat kita untuk lebih tenang dalam merespons apa pun yang terjadi. Kita harus selalu berada dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah SWT, sekali-kali Dia tidak akan berbuat zalim kepada hamba-Nya. Tingkatan tertinggi dari sikap ridha akan didapatkan di surga nanti sebagai suatu rahmat dari Allah SWT. ‘’Balasan bagi mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhan-Nya. (QS Al-Bayyinah (98): 8) .

22 April, 2006

UKHUWAH

Filed under: mutiara

Terbalut hati yang lurus
Terbingaki fikiran yang jernih
Terpaut pada husnudzon

Indahnya Ukhuwah
Tercermin pada perilaku
Terlihat pada tutur kata
Terealisasi dalam akhlak

Indahnya ukhuwah
Saat empati terasa
Saat bahagia berbagi
Saat duka bersama

Indahnya Ukhuwah
Memang sungguh benar-benar indah

19 April, 2006

introspeksi diri bagi Muslim / ah

Filed under: mutiara

10 sebab Allah menolak do’a hamba-Nya ( sebuah introspeksi diri bagi Muslim / ah )

1. Anda mengaku mengenal Allah, sementara anda tidak penuhi hak hak-Nya
2. Anda membaca Al-Qur’an , sementara anda tidak mengamalkan isinya
3. Anda menyatakan cinta kepada Rosulullah, sementara anda tidak menjalankan sunah sunahnya
4. Anda menyatakan diri sebagai musuh syaitan, sementara anda mengikutinya
5. Anda berdo’a agar terlepas dari azab neraka, sementara anda selalu menceburkan diri dalam dosa
6. Anda selalu berdo’a untuk masuk sorga, sementara anda tidak beramal
7. Anda yakin kematian itu pasti datang, sementara anda tidak mempersiapkan diri dengan baik
8. Anda sibuk mengurus aib orang lain, sementara anda lupa dengan aib sendiri
9. Anda manfa’atkan seluruh nikmat Allah, sementara anda tidak mensyukuri nikmat tersebut
10. Anda pergi menguburkan orang yang meninggal dunia, sementara anda tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Narasumber : Kitab “Nasho-ihul ‘Ibad”
Dipetik dari millis daarut-tauhiid@yahoogroups.com

Air Mata Rosulullah

Filed under: mutiara

Begitu hebatnya iman beliau, bukan dirinya yang dipikirkan tapi umatnya…..
Sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini…
untuk mengingatkan kita…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

“Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh.

Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

Ummatii…ummatii…ummatiii…!“-
“Umatku…umatku…umatku…!”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya…???

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa baarik wa sallim’alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

17 April, 2006

Tiga Belas Penawar Racun Kemaksiatan

Filed under: mutiara

Berikut ini ada beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan
1. Anggaplah besar dosamu
2. Janganlah meremehkan dosa
3. Janganlah mujaharah (menceritakan dosa)
4. Taubat nasuha yang tulus
5. Jika dosa berulang, maka ulangilah bertaubat
6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan
7. Senantiasa beristighfar
Saat-saat beristighfar:
a. Ketika melakukan dosa
b. Setelah melakukan ketaatan
c. Dalam dzikir-dzikir rutin harian
d. Senantiasa beristighfar setiap saat
8. Apakah anda berjanji kepada Allah untuk meninggalkan kemaksiatan?
9. Melakukan kebajikan setelah keburukan
10. Merealisasikan tauhid
11. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik
a. Persahabatan dengan orang-orang baik adalah amal shalih
b. Mencintai orang-orang shalih menyebabkan sesorang bersama mereka,
walaupun ia tidak mencapai kedudukan mereka dalam amal

c. Manusia itu ada 3 golongan

i. Golongan yang membawa dirinya dengan kendali takwa dan mencegahnya dari
kemaksiatan. Inilah golongan terbaik.
ii. Golongan yang melakukan kemaksiatan dalam keadaan takut dan menyesal. Ia
merasa dirinya berada dalam bahaya yang besar, dan ia berharapa suatu hari
dapat berpisah dari kemaksiatan tersebut.
iii. Golongan yang mencari kemaksiatan, bergembira dengannya dan menyesal
karena kehilangan hal itu.
d. Penyesalan dan penderitaan karena melakukan kemaksiatan hanya dapat dipetik dari persahabatan yang baik
e. Tidak ada alasan untuk berpisah dengan orang-orang yang baik
12. Jangan tinggalkan da’wah
13. Jangan cela orang lain karena perbuatan dosanya

dipetik dari millis daarut-tauhiid@yahoogroups.com

15 April, 2006

Doa Penerang Hati dan Memulakan Bacaan

Filed under: Do'a

Image hosting by Photobucket

Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmatMu
dan limpahilah ke atas kami khazanah rahmatMu,
wahai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku.
Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku

13 April, 2006

Doa Ketenangan Jiwa

Filed under: Do'a

Rabhanaa afrigh ‘alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wahshurnaa ‘alal qawmil kaafirina.
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Allaahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla.
Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa ‘amalihi.
Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma ‘innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika

Artinya : Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.
Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.
Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.
Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.
Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

3 April, 2006

Do’a Memohon HIkmah

Filed under: Do'a

Do’a untuk memohon hikmah

رب هب لي حكما و الحقني با لصا لحين و اجعلني لسان صدق فى الاخرين واجعلني من ورثة جنة نعيم

“Rabbi Hablii chukman wal chiknii bi-sh-shoolichiin, waj’alnii lisaana shidqin fil aakhiriin, waj ‘alnii min warootsati jannati na’iim”

Artinya : Yaa Tuhan, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholeh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah akutermasuk golongannya orang-orang yang mempusakai surga yang penuh dengan kenikmatan.

Pemimpin

Filed under: mutiara

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri andayani.(Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan)
pepatah ini memang sangat luhur sekali, tp dalam prakteknya ndak semudah membalikkan telapak tangan. banyak sekali cobaan yg dihadapi. memahami beberapa karakter, hati dan pribadi seseorang yg berbeda-beda. menempatkan posisi kita agar dapat diterima oleh mereka, dan banyak sekali tantangannya.
Tapi itulah kenikmatan dan kepuasan yang mungkin tidak semua orang dapat memperolehnya. apalagi kalau kita berhasil membangun team work yg kita pimpin maju dan solid.

Meraih Pertolongan Allah

Filed under: mutiara

Tidak berarti amal kebaikan, bila jiwa kita kotor karena dosa. Dan pembersih dosa adalah tobat. Ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar kita layak ditolong Allah. Dengan menggunakan rumus “3T”.
“T” pertama adalah tobat Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri dan mengakui kesalahannya di hadapan Allah. Tobat bisa diumpamakan dengan membersihkan mangkuk yang berlumur noda, sebelum mngkuk itu diisi dengan makanan. Tak berarti makanan selezat apapun, bila mangkuk yang menampungnya kotor penuh noda. Demikian pula jiwa kita. Tidak berarti amal kebaikan, bila jiwa kita kotor karena dosa. Dan pembersih dosa adalah tobat. Tobat adalah jalan meraih kebahagiaan dan cinta Allah. Difirmankan, Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai kaum Mukminin, supaya kamu semua berbahagia (QS An-Nur [24]: 31). Juga dalam QS Al-Baqarah [2] ayat 222, Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Maka pantas kalau Rasulullah SAW bertobat tak kurang dari 70 kali sehari. Ada empat syarat tobat. Yaitu: (1) menyesal dengan sebenarnya, seperti menyesalnya seorang ibu yang membunuh anaknya; (2) eksplisit memohon ampun kepada Allah; (3) tidak mengulanginya lagi; dan (4) mengiringinya dengan amal saleh.
“T” kedua adalah taat Siapa pun yang ingin ditolong oleh Allah, setelah taubatan nasuha, maka ia harus bersungguh-sungguh taat kepada Allah taat. Tingkatkan ibadah. Jangan sia-siakan shalat berjamaah di masjid, sempurnakan dengan tahajud, dhuha, dan rawatib. Perbanyak sedekah, santuni orang miskin. Biasakan shaum sunnat, khususnya Senin Kamis atau Daud. Pokoknya, laksanakan semua ibadah yang dicintai Allah Azza wa Jalla. Semakin dekat kita dengan Allah, insya Allah akan semakin dekat pula datangnya pertolongan dan kebahagiaan hidup.
“T” ketiga adalah tawakal Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Maka apapun yang kita lakukan, serahkan semuanya kepada Allah. Kita jangan terlalu yakin dengan kehebatan dan kepintaran kita. Tapi yakinlah seratus persen kepada-Nya. Dalam QS Ath-Thalaq [65] ayat 2-3, Allah berjanji kepada ahli tawakal, Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Wallahu a’lam.