RAUSAN FIKR - Media Pencerahan

3 April, 2006

Do’a Memohon HIkmah

Filed under: Do'a

Do’a untuk memohon hikmah

رب هب لي حكما و الحقني با لصا لحين و اجعلني لسان صدق فى الاخرين واجعلني من ورثة جنة نعيم

“Rabbi Hablii chukman wal chiknii bi-sh-shoolichiin, waj’alnii lisaana shidqin fil aakhiriin, waj ‘alnii min warootsati jannati na’iim”

Artinya : Yaa Tuhan, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholeh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah akutermasuk golongannya orang-orang yang mempusakai surga yang penuh dengan kenikmatan.

Pemimpin

Filed under: mutiara

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri andayani.(Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan)
pepatah ini memang sangat luhur sekali, tp dalam prakteknya ndak semudah membalikkan telapak tangan. banyak sekali cobaan yg dihadapi. memahami beberapa karakter, hati dan pribadi seseorang yg berbeda-beda. menempatkan posisi kita agar dapat diterima oleh mereka, dan banyak sekali tantangannya.
Tapi itulah kenikmatan dan kepuasan yang mungkin tidak semua orang dapat memperolehnya. apalagi kalau kita berhasil membangun team work yg kita pimpin maju dan solid.

Meraih Pertolongan Allah

Filed under: mutiara

Tidak berarti amal kebaikan, bila jiwa kita kotor karena dosa. Dan pembersih dosa adalah tobat. Ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar kita layak ditolong Allah. Dengan menggunakan rumus “3T”.
“T” pertama adalah tobat Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri dan mengakui kesalahannya di hadapan Allah. Tobat bisa diumpamakan dengan membersihkan mangkuk yang berlumur noda, sebelum mngkuk itu diisi dengan makanan. Tak berarti makanan selezat apapun, bila mangkuk yang menampungnya kotor penuh noda. Demikian pula jiwa kita. Tidak berarti amal kebaikan, bila jiwa kita kotor karena dosa. Dan pembersih dosa adalah tobat. Tobat adalah jalan meraih kebahagiaan dan cinta Allah. Difirmankan, Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai kaum Mukminin, supaya kamu semua berbahagia (QS An-Nur [24]: 31). Juga dalam QS Al-Baqarah [2] ayat 222, Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Maka pantas kalau Rasulullah SAW bertobat tak kurang dari 70 kali sehari. Ada empat syarat tobat. Yaitu: (1) menyesal dengan sebenarnya, seperti menyesalnya seorang ibu yang membunuh anaknya; (2) eksplisit memohon ampun kepada Allah; (3) tidak mengulanginya lagi; dan (4) mengiringinya dengan amal saleh.
“T” kedua adalah taat Siapa pun yang ingin ditolong oleh Allah, setelah taubatan nasuha, maka ia harus bersungguh-sungguh taat kepada Allah taat. Tingkatkan ibadah. Jangan sia-siakan shalat berjamaah di masjid, sempurnakan dengan tahajud, dhuha, dan rawatib. Perbanyak sedekah, santuni orang miskin. Biasakan shaum sunnat, khususnya Senin Kamis atau Daud. Pokoknya, laksanakan semua ibadah yang dicintai Allah Azza wa Jalla. Semakin dekat kita dengan Allah, insya Allah akan semakin dekat pula datangnya pertolongan dan kebahagiaan hidup.
“T” ketiga adalah tawakal Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Maka apapun yang kita lakukan, serahkan semuanya kepada Allah. Kita jangan terlalu yakin dengan kehebatan dan kepintaran kita. Tapi yakinlah seratus persen kepada-Nya. Dalam QS Ath-Thalaq [65] ayat 2-3, Allah berjanji kepada ahli tawakal, Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Wallahu a’lam.