24 November, 2007
22 November, 2007
Letak Kecantikan Wanita
Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.
Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang. Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu. Kecantikan wanita ada pada sikap lembutnya, yang terpancar dari keihlasan hati dalam merawat dan menjaga keluarga.
“Wanita yang cantik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya.”
Sumber : www.kotasantri.com
Download : Wanita Shalihah.mp3
12 November, 2007
Nasehat Al-Imam Al-Hasan Al-Basri
Al-Imam Al-Hasan Al-Basri menasihati Umar ibnu Abdul Aziz dengan ucapannnya, “Sesungguhnya dunia ini suatu mimpi, sedangkan akhirat adalah kenyataan, dan kematian berada di tengah-tengah antara keduanya. Ada pun kami bermimpi yang kacau.
Barangsiapa mawas diri selama hidupnya, maka dia beruntung. Namun barangsiapa yang lengah dan lalai, maka dia akan merugi. Barangsiapa selalu memandang kepada akibat, maka dia akan selamat. Dan barangsiapa yang memperturutkan hawa nafsunya, maka dia akan sesat.
Barangsiapa yang sabar dan tenang, maka dia akan berhasil. Dan barangsiapa yang takut, maka dia akan selamat. Barangsiapa yang memahami, dia akan mengetahui. Barangsiapa yang berilmu, maka dia akan memahami.
Apabila kamu tergelincir, kembalilah. Dan bila kamu menyesali sesuatu, jangan diulangi. Apabila kamu tidak tahu, bertanyalah. Dan bila kamu marah, maka tahanlah dirimu.
Orang yang mulia akan terhormat dalam pandangan manusia, namun apabila dia menunjukkan kerakusan pada dunia, maka dia akan direndahkan, omongannya tidak disukai, dan dibenci.”
Dikutip - www.kotasantri.com

