RAUSAN FIKR - Media Pencerahan

17 December, 2007

Filosofi Padi

Filed under: mutiara

‘’semakin tua akan semakin merunduk'’ ini merupakan filosofis padi, karena telah berisi beras yg semakin lama semakin berat, menjadikan fenomena ini menarik untuk sejenak dicermati.
lalu apa hubungannya dengan kita? mari kita coba menelusurinya. Jika kita mencoba merenungkan sejenak tentang diri kita, maka filofosi padi tersebut akan sangat mengena pada kita. mengapa?? padi akan sangat berguna ketika ia sudah menjadi tua, dan padi yg tua ditunjukkan dengan bentuknya yg merunduk kebawah.
Tetapi kenyataan manusia yg semakin tua (kaya pengalaman dan ilmu) semakin merunduk (merendah) seperti filosofi padi semakin sedikit. Banyak dari kita yg telah diperbudak oleh keinginan yg mengesampingkan kapasitasnya sebagai manusia.
seorang manusia bijak semacam socrates justru merasa dirinyalah yg paling tidak tahu ketika banyak orang beranggapan bahwa dia banyak pengetahuan. Mengapa dia bersikap begitu? Ya, karena dia merasa justru dia mengetahui betapa tidak tahunya dia.
Jika kita mampu bersikap seperti itu, maka betapa indahnya dunia kita. Dunia yg tidak dipenuhi dengan perang dari sikap arogan manusia yg merasa dirinya paling tahu, yg merasa dirinya paling hebat dan kuat. Jika kita sebagai manusia mampu bersikap seperti padi, maka dunia akan semakin indah karena dipenuhi oleh manusia yg begitu memahami dirinya, tidak bersikap sombong, congkak dan angkuh walaupun dia sudah bisa dikategorikan sebagai orang yg pandai dan berpengalaman.
Ingatlah bahwa kita pernah berada pada masa ‘’mencari'’ seperti sepucuk padi yg berdiri tegak seakan ingin menggapai sesuatu yg ada diatasnya, dan ketika ia sudah menggapainya ia justru semakin merendah, karena dalam dirinya telah dipenuhi sesuatu yg berguna dan dibutuhkan oleh banyak orang.
Ingatlah bahwa kita pernah berada pada masa ‘’yg tak dimengerti'’ ketika masih menjadi seorang bayi yg hanya makan dan menangis tak tahu apa tujuan kita nanti, seperti padi yg baru aja ditanam, tak tahu akan mati atau akan bisa tumbuh.
akhirnya semua kembali kepada kita dalam menyikapi ilmu dan pengalaman yg kita miliki, akankah menjadikan kita arogan dan sombong ataukah membuat kita seperti padi yg merunduk. Ada baiknya kalo kita bersikap seperti padi, yg semakin tua semakin merunduk karena semakin berisi dan berbobot.

“Bagaikan padi, semakin masak semakin merunduk.”

Manusia tidak layak untuk bersikap angkuh atau sombong karena usia atau kemampuan yang dimilikinya. Masyarakat akan memandang baik seseorang apabila semakin tinggi usia, atau semakin tinggi kemampuannya, ia semakin merendahkan hatinya.

5 December, 2007

Cahaya Iman

Filed under: Lirik Nasyid

Iman… Bagaikan emas permata
Letaknya di dalam jiwa
Kemilau warnanya, bak cahaya
Menyuluh hidup seluruh manusia

Iman letaknya di hati, suburkanlah dengan ilmu
Bajainya dengan zikrullah, ia menunjukkan kita
Jalan diredhai allah
Iman harta yang paling berharga

Iman… Kurnian yang esa,
Tanpa mengira bangsa dan rupa,
Memberi benteng panghalang dosa

Orang yang teguh iman
Sabar dengan ujian
Di akhirat dia insan yang mulia

Munsyid : Aeman

Download : Cahaya Iman.mp3

3 December, 2007

Selamat Hari Lahir

Filed under: Lirik Nasyid

Awan Berarak Ceria
Tiada Titisan Hujan
Pohon Melambai
Tanda Sokongan

Kususuri Perjalanan
Bertemankan Senyuman
Di Hari Lahirmu
Sahabatku

Dedaun Berguguran
Membuktikan Kedewasaan
Walau Tanpa Madah Dan Hadiah
Namun Cukup Bagiku
Sekadar Ucapan

Selamat Hari Lahir
Iringi Doa Kuhulur
Bersyukur KepadaNya
Atas Nikmat Usia

Sahabatku
Usia Yang Tuhan Kurniakan Ini
Dihasilah Ia Dengan Amalan Yang Murni
Semoga Ia Menjadi Temanmu Di Akhirat Nanti
Selamat Hari Lahir

Usiamu Ibarat Mutiara
Tiada Berganti Lagi
Hiaskan Iman Bersulam Taqwa
Agar Sempat Mengucup
Haruman Syurgawi

Munsyid : Saujana
Download : Saujana - Selamat Hari Lahir.mp3